Embun menyelimuti fajar bersama mimpiku yang terhenti...
sepertiga malam terakhir yang indah...
Damai dan penuh kerinduan...
Kerinduan yang mengharu biru pada sosok jiwa yang lalu...
jiwa yang rapuh dan sempat terjatuh...
Namun masih ada lentera dihatinya...
yang siap dinyalakan bila ia merasa dalam kegelapan...
Hatiku pernah berbisik...
ingin sekali bersujud diujung malam yang damai...
sayangnya tak sedikit hal menggangguku dan mengagalkan niatku...
Mata yang enggan terbuka di saat episode mimpi hampir habis...
Tubuh yang tak ingin beranjak dari dekapan selimut jingga...
Tapi pagi ini rasanya tekadku telah bulat...
Aku harus bangun dan meninggalkan lelapku...
Kurasakan aroma kedamaian dalam sejuknya udara di fajar ini...
menyusup kedalam darah yg mengalir pada tubuh lusuh ini..
Kusentuh air wudhu dengan penuh rasa syukur...
Gemerciknya terdengar nyaring diantara melodi alam yang membisu...
dan kubasuh wajah yang baru terbangun dari mimpi ini...
lalu kubiarkan kepulasannya berganti jadi senyuman...
Aku memulai rekaat pertama, diatas sejadah warisan kakek..
Solat 2 rekaat yang mampu menenangkan rasa yang tak lagi damai...
Tak ku ingat sedikitpun rindu yang mengganggu di hari lalu...
Kulipat dan kurapihkan alat solatku...
kemudian kuletakkan diatas meja yang penuh buku berserakan...
Buku-buku keduniaan dari para ahli-ahli dunia...
Namun ada beberapa diantaranya bernuansa islami...
Tanganku bergerak meraih daun pintu yang langsung menembus alam bebas...
Udara yang berhembus seolah membawaku ke alam lain,
alam yang damai dan indah bersama kicauan burung pipit menyambut pagi...
langkahku bergerak keluar pintu...
menjauh dan terhenti di depan halaman rumah...
lalu aku terdiam..
dibawah langit fajar yang indah dan penuh bintang...
Subhanalloh...
Bintangnya berkedip dan terus berkedip...
Seolah ingin menyapaku dan mengucapkan sampai jumpa di fajar berikutnya...
by:siti atikah
Rabu, 19 Mei 2010
Langganan:
Postingan (Atom)

