Senin, 28 Desember 2009

Tentangmu Jogja

Dari sini aku berangan...
Mengejar mimpi yang tak pasti...
Dan kucoba membuka catatan tua...
Lembarannya yang tampak lusuh mengingatkanku...
Tentang rindu yang menggangu...
Tentang kasih yang menunggu...
Tentang jalanan kota jogja yang mengukir jejak sunyi...
Selangkah demi selangkah...
Aku menyusuri kenangan masa lalu...
Dan masih berdesir hati ini mengingatnya...
Ada Jogja yang begitu indah...
Ada jogja yang begitu ramah...
Meski berdebu lembarannya begitu berarti...
Dan selalu akan aku jaga...
Untuk aku dan Kenanganku...
Juga untuk segelintir rasa yang pernah ada dihatiku...
Weew..ga bisa dipungkiri...
Jogja memang selalu membuatku kangen untuk menyapanya...
untuk menikmati manisnya kue coro(mirip serabi)
yang selalu jadi incaranku saat kejogja...
Aku disini merindukan jogja...
Aku disini mengagumi jogja...
aku disini mencintai jogja...
Aku takkan bertahan disini dan hanya berangan...
Aku akan menghampirimu Jogja...
Aku akan menghirup udaramu Jogja...
Dan aku akan buktikan cintaku padamu Jogja...

KarangKamulyan atau KarangNini

uda lama banget ga bloging nee...
buanyak banget yang ingin aku ceritain ma tmen2 smua...
mm.. 1 judul dulu aja yaw...!!!
aku kasih judul "perjalanan sembunyi-sembungi ke karang nini"
Dari judulnya aja udah ketauan sembunyi-sembunyi, berarti ilegal geto..hihi
Gene lho ceritanya...
terjadi pas liburan sekolah mau naik kelas 3 SMK...
Awalnya aku janjian sama sodaraku untuk makan bareng di lesehan yang ada di Dobo
(salah satu bendungan air di banjar)...
akhirnya kesampean juga, dan kami berhenti di lesehan Sate Jogja...
Kami memesan nasi goreng yang juga disediakan di leselah itu...
setelah pesanan kami datang... kami yang pergi bawa perut kosong ini
langsung membabat habis isi piring...Nyaam..nyamm..nyaaammm...
uhk.. uueenak tenan nasi gorengnya...Setelah membabad isi dalam piring...
kami mulai ngobrol tentang pengalaman masing-masing...
soalnya aku sama dia emang jarang ketemu... walaupun kami tetangga..
apalagi kami berbeda sekolah yang membuat aku dan dia semakin jarang ketemu...
Dari perbincangan itu muncul sebuah ide yang lumayan menghibur...
ide itu adalah jalan-jalan ke karang nini(pantai di daerah selatan ciamis, tepatnya didesa Emplak)...
rencananya mau berangkat hari minggu...
Pada hari sabtu saya minta ijin ama ortu...
alhasil saya dimarahi..hikz..hikz..hikz...
alasannya karena jalan menuju karangnini yang berliku-liku dipinggir jurang...
hadu... bingung juga.. padahal besok uda siap mo berangkat... rencana juga udah mateng...
akhirnya... ada ide neah...
deket-deket sini juga ada tempat rekreasi namanya karang kamulyan...
ijin yang tadinya aku bilang mau ke karangnini dibelokin jadi karangkamulnyan...
akhirnya dapet ijin juga...
tapi ga ke karangkamulyan kok...
kami tetap pergi ke karangnini...hehehe...
sedikit bohong untuk kesenangan pribadi(jangan ditiru)...
Dengan motor Mio milik sodaraku itu kami langsung pergi kesana...
pengalaman pertamaku neeh pergi tanpa restu...hihihi..
jalan yang berliku dari banjar menuju karang nini tidak membuat kami menyerah..
akhirnya sampai juga di belokan antara pangandaran dan karang nini...
Dan kami membelokan sepeda motor kami ke arah karang nini...
Saat masuk belokan itu kami harus membayar karcis sebesar Rp.2500..
sebelumnya saya belum pernah kesana dan ini untuk yang pertama...
setelah melewati tempat karcis itu saya pikir pantainya sudah dekat...
tapi ternyata perkiraanku meleset...
dari tempat karcis tadi kita masih harus melewati jalan yang berbelok dan naik-turun...
Setelah perjalanan sekitar 1 km... akhirnya sampai juga...
kami memarkirkan motor di dekat villa-villa yang disediakan disana...
Subhanalloh... indah sekali pantai ini...
Berbeda dengan pantai-pantai yang sebelumnya aku temui...
ternyata disini untuk merasakan sapuan ombak secara langsung,
kami harus turun dari tempat parkir motor kami sekitar 15-17 m...
Sehingga dari atas sini kami bisa menikmati keindahan laut jawa yang terbentang menjauh...
Rasa penasaran untuk menelusuri bibir pantai memaksa kami turun mendekati ombak...
Sungguh sepi pantai ini, padahal kami kesana waktu liburan sekolah...
namun keindahan yang ditawarkan tidak membuat kami rugi telah merogoh kocek Rp.2500..
Kedamaiannya membuat aku lupa sejenak akan dosa hari ini...
Keindahannya membuat anganku melayang tanpa batas...
Tatapanku jauh menelusuri deretan karang disudut pantai...
Karang yang melegenda dengan nama Karang nini ini memang sangat mempesona...
Kami mendekat dan mulai menjamah naik ke atas karang yang memang tidak terlalu tinggi...
Handphone samsung milik sodaraku tak henti-hentinya mengabadikan suasana siang itu...
Teriknya raja sing pun tak mampu melelehkan semangat mengembaraku...
Meskipun aku bukan anak pantai namun aku sangat mengagumi keindahan ciptaan Alloh ini...
Oleh sebab itu aku hanya menikmati angin pantai yang menyapa lembut tubuhku...
Aku tidak begitu tertarik untuk menikmati deburan ombak laut yang akan membuat tubuh kami basah kuyup...
lagian nanti pasti ketauan kalau kita habis dari pantai...huahaha
kita kan sembunyi-sembunyi..hihihi...
Matahari mulai berarak ke arah barat...
kami menghentikan aksi foto-foto dan berlalu ke arah jalan naik ke tempat parkir tadi...
Sudah saatnya kami meninggalkan pantai yang rindu akan muda-mudi yang energic..
Pantai yang membiru dibumi pertiwi...
Juga karang-karang yang menjadi saksi bisu bakat fhotogafer kami(chie..bakat tersembunyi)
Hingga ombak yang menyapu bersih jejak kaki kami dibibir pantai...
Aku harus pulang dan memikirkan dosa hari ini...
Ya Alloh ampuni lah Dosa Kami...:-(...

Selasa, 08 September 2009

TAK SEPERTI YANG KU BAYANGKAN

Aku tak pernah meminta dan aku hanya ingin menjalani hidup ini penuh rasa tanggungjawab, namun semua berbeda, tak seperti bayangan semu yang kubayangkan dahulu, ketika aku tak mau melewati waktu tanpa bunda.. takkan pernah terulang masa itu, keindahan yang pernah kualami namun tak pernah kunikmati, karena aku lupa untuk selalu bersyukur.. kini aku tumbuh dewasa, aku harus mau hidup tanpa bunda, melewati kehidupan yang telah digariskan..
Alloh memberi setiap insan satu rasa yang agung, dimana rasa itu awal dari kehidupan baru bersama keluarga baru.. untuk dapat kuambil hikmah dari kehipunan yang fana ini, kehidupan yang entah akan mengantarkanku ke tempat yang paling indah, atau bahkan mengantarkanku ketempat paling menyeramkan..(Nauzubillah)

Rabu, 02 September 2009

PUPEN

Malam mendekapmu dengan keindahan mimpi-mimpimu…
Bintang-bintang kecil lantun lagu keindahan malam…
Jiwa yang terpendam menanti kehadiran cahaya bulan…
Kini telah menari diatas taman mimpi…
Tersenyum bersama asa yang semakin memudar…

Saat hati ini hancur tak berbekas…
Semakin gelap dan kelam langkah ini…
Tak ada lagi bintang yang mampu membuatku tersenyum…
Tapi kini telah kutemukan cahaya hati dalam jiwamu…
Begitu berarti engkau yang telah mewarnai duniaku…

Kuingin engkau tetap disini… didalam hati ini…
Tak ingin engkau berlalu dari hidupku…
Rasa ini telah menjadi satu dalam ruang hatiku…
Tak mampu kuberbafas dalam kesendirian ini…
Dan jiwa ini telah mengagumi yang ada dalam dirimu…

Sayup-sayup kudengar rasa yang telah lama terpendam dalam jiwa ini…
Tak ingin aku menatap cinta tanpa arti…
Dan tak inin kumelangkah tanpa mentari dalam jiwaku…

Engkaulah peri kecilku yang selalu membuatku tersenyum…
Aku ingin engkau tetap disini… kepakkan sayap mungilmu…
Dan kan selalu kau pancarkan cahaya itu…
Lalui hidup tanpa air mata…
Dan ajari dunia untuk menari bersama seuntai mimpi indah…

Tak satu dapat kupandangi…
Keindahan diri dalam gelapnya hati…
Melangkah penuh ragu…
Keraguan yang kan menghantui lelapku bersama cinta ini…
Dan kan selalu kudengar alunan nada dijiwamu…
Iringi nafasku… menari ikuti nada indahmu…

Senin, 31 Agustus 2009

ENGKAU CANTIK

Engkau cantik dengan wudhu yang membuat wajahmu berseri, engkau cantik dengan senyum yang menghiasi bibirmu yang merona oleh lantunan ayat Alquran, engkau cantik dengan mahkota wanita yang tak mudah dilihat oleh siapapun karena kain kerudung melindunginya, engkau cantik dengan mata yang selalu kau tundukan dari pandangan ikhwan yang merugikan, dan jari lentik yang senantiasa bermain dengan lembaran kitab suci Al-Quran.
Setiap wanita itu dilahirkan cantik, dengan kecantikan yang berbeda dari wanita lain dan hanya kau yang dianugerahinya, namun kau justru seringkali membuat sama jeleknya dengan yang ada pada orang lain. Bibir tipis yang tercipta kau tutupi kealamiannya dengan olesan lipstick yang mengganggu. Mata indah bak permata kau tutupi dengan lensa biru yang palsu.
Wanita mestinya selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki karena Alloh Subhanahu wata'ala memberi sesuatu untuknya yang tidak Alloh Subhanahu wata'ala berikan pada wanita lain. Namun mengapa kau ingin menyamakannya dengan yang lain? Tidakkah kau sama saja seperti pembajak yang meniru gaya orang lain, ataukah memang sudah hilang jiwa pemimpinmu untuk membangun rakyat(anggota badan) yang indah dengan pemimpin yang bijak.

PERTEMUANKU DENGAN PARANG TRITIS

Aku termenung untuk berfikir sejenak
Sebentar.. ada bayangan parangtritis yang belum sempurna
Bukan karena katidak indahannya..
Namun karena aku belum mampu mengingatnya..
Ada satu haparan untukku…
Namun aku terbangun dan kembali terucap tanya…
Kapan aku bisa lihat PARIS???
Tak banyak yang ku harapkan…
Hanya sekedar angan yang akan kusyukuri bila terjadi,
dan takkan kusesali bila tak terjadi…
semua bayangan tentang PARIS selalu membuatku harus bersabar…
mungkin aku memang ditakdirkan untuk tidak mengenal PARIS..


Alloh Subhanahu wata'ala berkata lain tentang angan ini…
Sore itu, tanggal 17 Mei 2009…
Seseorang membawaku ke tempat indah yang romantis..
Aku pikir aku sedang bermimpi melihatnya…
Namun ini nyata… kulihat pantai indah didepan mataku..
Dengan tebingnya yang menjulang tinggi di sudut pantai...
Aku menemukan cinta disana… saat ku nikmati keindahan ciptaan-Nya itu..
Aku hampir tak mampu berucap bahwa aku bahagia dapat kesana, tempat yang dari dulu aku ingin lihat dengan sansetnya yang terhalang awan tak membuatku menyesal melihatnya…
Ya Alloh Subhanahu wata'ala sungguh besar kuasaMu hingga tak mampu kuberkutik mensyukuri nikmat ciptaanMu.. pasir yang hangat… angin yang lembut… dengan deguran ombak yang memaksaku untuk bilang I LUPH PARANGTRITIS…


Mungkin takkan kulupakan kenangan itu…
Tak peduli siapa yang menemaniku kala itu…
Aku bersyukur Alloh Subhanahu wata'ala memberiku kesempatan bertemu dengan Parangtritis…
Terimakasih yawh maz udah mau temani ade ke Paris.. Padahal kita belum kenal dekat… aku hanya tahu namamu dan aku hanya ingin kau tahu aku bahagia mengenalmu… kamu tak pernah melihat aku ini siapa dan dari mana aku datang…
Saat jalan berdua dipantai itu aku tak berhenti memandangmu tajam…
Perasaanku masih melayang mengingat aku sedang ada diparis…
Kebahagiaan yang tak terkira membuatku lupa akan amarah ayah bila tahu aku pergi ke pantai…
Aku tak peduli setelah ini aku nggak boleh main lagi… bahkan bila aku tak diberi uang jajan oleh ayahpun aku tak peduli karena memang sebenarnya aku sudah jarang diberi uang jajan..he..he..


Kurasakan belaian angin parangtrisis menyentuh lembut bulu-bulu tanganku…
Ombak bergerak mengejar berusaha meraih kaki kami…
Dan elang yang menari diudara seolah mengerti kebahagiaan ini…
Saat itu kuingin katakana pada dunia bahwa aku bahagia… aku tak ingin pulang…
Ingin selalu ada untuk menatap indahnya sanset yang mampu kunikmati kala itu…
Namun waktu tak mampu kuhentikan…
Senja berangsur menghilang…
Aku harus pulang ke kostan…
Meninggalkan bayangan yang kini nyata…
Salam perpisahanku denganmu Parangtritis…
Mungkinkah suatu hari kita dapat mertemu lagi…
Dan kan kau ingatkan padaku tentang angin parangtritis kala ini…
Mencoba menerima rayuan ombak untuk tetap berada diParangtritis…



Yogyakarta,
Siti Atikah

Sabtu, 04 April 2009

HidUp taNpA c!ntA meMang TidAk Indah TaPi cIntA sIapA yAn9 haRuS kitA MiLiki??



Alloh memberikan akal pada manusia untuk berfikir... tapi seringkali manusia tidak menggunakan akalnya untuk berfikir, begitu banyak nikmat yang sebenarnya mesti kita syukuri, tapi seringkali manusia itu tak menggunakan akalnya untuk berfikir tentang itu. Tidakah mereka mencintai Alloh, sedangkan Alloh telah melimpahkan seluruh yang terbaik untuknya. betapapun manusia mencintai sesamanya, hendaknya tak melebihi kecintaannya pada Alloh. sungguh Alloh tidak akan mengurangi kecintaannya kepada mereka walaupun mereka kadang melupakan Alloh. Maha Baik Alloh yang menciptakan cinta diantara sesama insan agar mereka hidup berpasangan dan menghasilkan generasi baru yang soleh..



Cinta Allah versi Rabiah



Tuhan...
Apa pun karunia-Mu untukku di dunia
Hibahkan pada musuh musuh-Mu
Dan apa pun karunia-Mu untukku di akhirat
Persembahkan pada sahabat sahabat-MuBagiku cukup Kau

Tuhan...
Bila sujudku pada-Mu karena takut neraka
Bakar aku dengan apinya
Dan bila sujudku pada-Mu karena damba surga
Tutup untukku surga itu
Namun, bila sujudku demi Kau semata
Jangan palingkan wajah-Mu
Aku rindu menatap keindahan-Mu
~Rabiah~



IMAM SAMOEDRA POENYA

Rabbi...
Telah aku berdoa pada-Mu
Dalam hampir tiap-tiap waktuku.
Aku berkata pada-Mu
Cabutlah segala rinduku,
kecuali kerinduan pada-Mu
Dalam simpuh dan sujudku
Selalu aku mengadu
Jangan gugurkan pahalaku
Hanya karena secuil rindu yang mengganggu


Robbie...
Jika Kau takdirkan peluru menembus ulu hatiku
Dan lalu aku menjumpai-Mu
Terimalah ke-syahidanku
Telah aku bertaubat,
atas segala kenangan yang kuingat..
Ini ada peluru...
ini ada mesiu...
Aku rindu Ayah Bunda,
aku rindu Si Dia,
Tetapi aku lebih rindu pada-Mu
Saat musim salju tiba
Maka rindu pun menjelma
La hawla wala quwwata illa billah...