Selasa, 16 Maret 2010

Bayanganmu dan Parangtritis

Deburan ombak menyapu jejak nelayan…
Membekas dalam deretan syair rindu…
Mengisahkan pertemuanku bersamamu di parangtritis…
Angin pantai menyergap hati…
Membelai perasaan yang pernah hadir…
Dalam lamunan sang bidadari…
Bayangmu tampak lusuh tak berwarna…
Terhipit diantara karang-karang…
Semburat lembayung senja membekas di setiap sudut langit…
Sang elang memainkan sayapnya di kaki langit senja…
Aku berdiri tegak bagai prajurit pantai…
Menunggu nelayan pulang memikul lara…
Terhempas badai gelora sang dewa kelana…
Kerinduan hati lambat laun terkikis ombak…
Melukiskan rasa yang tak lagi damai…
Mengubur kenangan lekang pada pesisir pantai ini…
Dan ketika aku melangkah…
Tak lagi ku temui jiwa yang terseret ombak senja…
Hanya ada gambarmu yang terukir ditebing kisah ini…
Menjeritkan namamu pun tak berguna lagi…
Meski kan kutinggalkan pantai ini…
Namun ingatanku takkan hilang tertukar derita…
Kan kutitipkan kisah ku pada bintang…
Yang terjaga di malam purnama…
Kelak aku akan mengenangnya lagi…
Di pantai ini…
Bersama bayangan luka…
Aku akan selalu merindukan Parangtritis…

by: SITI ATIKAH